Pasar Baru, si “Eksentrik” yang Legendaris

Pasar Baru di era modern kini bisa dibilang “eksentrik” karena masih “awet” dengan bangunan lama toko-toko bergaya arsitektur Tiongkok dan Eropa, serta masih dapat ditemui toko-toko legendaris yang dipertahankan turun-temurun oleh pemilik-pemiliknya seperti toko Lee Ie Seng, toko perabot rumah tangga Melati, toko jam Tjung-Tjung, toko kacamata Seis (Tjun Lie), penjahit Isardas, Hariom dan Gehimal, toko kain Bombay dan Lilaram.

DSC_0308

Ya, Pasar Baru bukan lagi sebuah nama baru bagi sebagian besar warga Jakarta. Lokasinya mudah dijangkau. Tidak heran, daerah yang cukup dekat dengan kawasan Harmoni ini pernah terkenal sebagai pusat keramaian di masa lalu saat kota Jakarta menyandang nama “Batavia”.

Pasar_Baru_Jalan_Pos_7

Sekarang, daerah ini dapat dikatakan seperti “sub-kota” dari Jakarta, dimana terdapat berbagai fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, halaman terbuka, fasilitas perdagangan, pertunjukkan seni, tempat makan, dll yang letaknya saling berdekatan, serta dikelilingi pemukiman warga. Tempat-tempat tersebut  bukanlah “baru” seperti nama daerahnya, Pasar Baru. Sebagian besarnya justru adalah bangunan-bangunan lama yang didirikan pada masa penjajahan Belanda.

IMG_2012

DSC_0336

IMG_2015

Pasar Baru sendiri, yang pengejaan sebenarnya adalah “Passer Baroe”, sudah ada sejak 1820.  Dan seperti pasar-pasar lainnya, merupakan tempat transaksi perdagangan yang menyediakan berbagai jenis barang. Di pasar ini, pengkategorian penjualan barang dagangan cukup rapih dan terorganisir. Mulai dari pintu masuk dapat ditemui beberapa toko musik dan peralatan olahraga, toko-toko kain tekstil dan sepatu yang cukup merata tersebar di sepanjang pasar, toko-toko serba ada, toko peralatan rumah tangga, toko jam dan arloji. Rumah-rumah makan dengan berbagai tema unik juga dapat ditemui disini.

IMG_2107 IMG_2109

IMG_2099 IMG_2097

IMG_2101

IMG_2095 IMG_2103

IMG_2105

Barang-barang yang dijajakan bisa saja sama seperti yang ditemui di pasar lain, tapi keistimewaan pengalaman berbelanja disini dijamin tidak ada duanya. Suasana belanja kota lama yang sangat nostalgis, ruang gerak yang cukup lega, bentuk pasar yang terdiri dari jajaran toko-toko memanjang lurus dengan beberapa titik putus berupa perempatan-perempatan memudahkan para pengunjung untuk mengeksplor pasar ini.

IMG_2089 IMG_2087

IMG_2079 DSC_0306

Pasar Baru selain tentang wisata belanjanya yang khas, juga menantang eksplorasi lebih dalam para pengunjungnya untuk menemukan beberapa spot wisata unik yang menjadi bagian daerah ini. Jika diamati, terdapat gang-gang yang diapit toko-toko lama di sepanjang jalanan Pasar Baru ini. Di depan gang-gang tersebut terdapat “plang-plang” papan nama objek-objek wisata yang dapat dikunjungi apabila berbelok masuk ke gang-gang tersebut. Diantaranya ada Klenteng tertua di Jakarta, Vihara Dharma Jaya (Sin Tek Bio), Bakmi A Boen dan Bakmi GM, di gang kelinci. Ada pula toko Kompak dan restoran Tropik yang terkenal kelegendarisannya.

IMG_2083 IMG_2085

IMG_2091

Aroma makanan-makanan tradisional yang dijajakan di sepanjang jalan, berbagai kesenian dan mainan-mainan lokal yang dibeberkan di pelataran, serta para lelaki tangguh petugas keamanan dan ketertiban yang banyak dijumpai menggunakan seragam hijau gelap seperti pejuang-pejuang tempo dulu, semua itu turut menyemarakkan momen berbelanja di Pasar Baru.

9-800x450

…dan ini semacam warning dari JakartaYuk sebelum kalian kesana; “pengalaman belanja di Pasar Baru begitu nostalgis, bikin rindu.”

See you di post berikutnya. Enjoy Jakarta! ^^

Catatan;

Transportasi ———-
Koridor 3 Kalideres – Pasar Baru (Halte Pasar Baru)
Tempat transit;
-Harmoni Central Busway apabila dari Koridor 2 (Pulo Gadung-Harmoni), koridor 8 (Lebak Bulus-Harmoni), dan koridor 1 (Blok M-Kota).
-Halte Grogol 1 dan 2, apabila dari arah koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti).

Dari halte Pasar Baru, cukup berjalan kaki menuruni jembatan penyeberangan di arah kiri dan berjalan menyusuri belokan Jl. Dr. Supomo menuju Jl. Pasar Baru.

IMG_2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s